|

Jakarta, beritabaru.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Yakin mantan Menko Perekonomian Sri Mulyani dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terlibat dalam kasus bank Century.
"PPP menyadari nama Mulyani, Boediono akan terseret ke situ (kasus bank Century),"ungkap Ketua Fraksi PPP, Hasrul Azwar, di ruang wartawan MPR/DPR, Jakarta, Selasa (27/10).
Menurutnya dalam kasus build out (dana talangan) ke bank Century ini penuh dengan kejanggalan. Indikasinya kata, Hasrul adalah adanya pengucuran dana sampai empat kali, yang jumlahnya tidak sesuai dengan persetujuan DPR yakni seharusnya Rp 1,3 triliun tetapi membengkak menjadi Rp 6,7 triliun.
Indikasi lainnya kata Hasrul adalah, adanya rapat khusus yang mencurigakan hingga ke Mabes Polri dalam kasus bank Century ini.
"Di build out itu ada kejanggalan," jelasnya.
Karena itu, Fraksi PPP meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera mengumumkan ke publik, dan melaporkan ke DPR hasil akhir audit investigasi kasus bank Century tersebut.
"Kalau bisa selesai ya bulan depan (November 2009), harus ada tenggat waktunya dong jangan sampai tahun depan," tegasnya.
Menurutnya hasil audit investigasi ini penting untuk diketahui masyarakat agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan di masyarakat.
"Isunya itu untuk kelompok tertentu, partai tertentu, yaitu partai besar," ungkapnya.
Bahkan dia mengaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk ikut mensponsori digulirkannya hak angket, jika memang pada hasil akhir laporan audit investigasi BPK dalam kasus bank Century ini ditemukan unsur pelanggaran pidananya.
Karena itu, dia meminta pada BPK untuk bisa bekerja secara independen tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.
"Century bahan ujian pertaruhan bagi BPK karena kalau sekali dia gagal rakyat kedepannya tidak percaya lagi kepada BPK," cetusnya.
 |