2100, Permukaan Laut Asia Tenggara Naik Satu Meter PDF Cetak E-mail
Senin, 04 Januari 2010 16:24

Jakarta, beritabaru.com - Sekitar 80% permukaan laut di pantai Asia Tenggara naik satu meter pada 2100 akibat pembakaran bahan bakar minyak, gas metan dari pembakaran lahan gambut, hutan dan gas rumah kaca. Pemanasan global dan mencairnya kutub es di Antartika turut mendorong naiknya permukaan air laut itu.

Penegasan itu dikemukakan oleh Ketua National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Dr Jane Lubshenco dalam paparan NOAA tentang Perubahan Iklim, Senin sore (4/1) didampingi Sesmenko Kesra, Indroyono Soesilo, yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI).

''Kondisi itulah yang membuat panas keluar dan bertahan di atmosfir. Laut makin panas dan udara juga makin panas. Panas makin melebar dan suhu udara terus meningkat,'' kata Dr Jane Lubshenco, yang juga Wakil Menteri Perdagangan Bidang Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat.

Dia menambahkan, pemanasan global dan mencairkan kutub es di Antartika, ikut menyumbang terjadinya kenaikan permukaan air laut itu.

Di sisi lain, Sesmenko Kesra, Indroyono, mengungkapkan, saat ini Indonesia dan Amerika dalam posisi yang sejajar dalam bidang iptek. Terbukti dengan ditugaskannya Brush Albert oleh Presiden Obama, sebagai utusan khusus bidang iptek di Indonesia.

"Utusan khusus bidang iptek ini meliputi, perubahan iklim, pendidikan iptek, penguatan kapasitas building, dan perikanan," kata Indro, yang menyebut Dr. Brush Albert, adalah penerima hadiah Nobel untuk bidang bio chemichal, yang juga salah satu tim iptek Obama.

Menurut Obama, kata Jane, iptek sangat penting di negeri muslim. Ini merupakan tindak lanjut kunjungan Obama ke Mesir. Karenanya, kerjasama dengan negeri muslim menjadi begitu penting.

"Apalagi Obama pernah sekolah di sini dan melihat Indonesia negara yang berpengaruh," tambah Indro.

Adanya utusan khusus ini jelas sangat menguntungkn kedua negara. Bisa berbagi informasi dan pengetahuan, bahkan saling tukar para scientis.

"Pokoknya Indonesia sequel dengan AS," tandasnya.

Kehadiran Jane juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Angke. Selain untuk memperbanyak tanaman mangrove, juga penting untuk mengurangi dampak terjadinya tsunami. (*)

Comments (0)

Subscribe to this comment's feed

Write comment

smaller | bigger
security image
Write the displayed characters

busy
update terakhir on Senin, 04 Januari 2010 23:23