|
Dianggarkan Rp2 Triliun untuk Rekonstruksi Gempa |
|
|
|
|
Nazir Amin
|
|
Kamis, 04 Februari 2010 14:40 |
|

Jakarta, beritabaru.com - Pemerintah segera mengucurkan bantuan dana rekonstruksi dan rehabilitasi perumahan penduduk di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Sumatra Barat (Sumbar) yang rusak akibat gempa tahun lalu sebesar Rp 2 triliun.
Menurut hasil verifikasi sementara pemerintah, jumlah rumah penduduk di wilayah Jawa Barat dan Cilacap (Jawa Tengah) yang rusak berat akibat gempa sebanyak 43.627 unit, rusak sedang sebanyak 94.105 unit dan rusak ringan sebanyak 126.298 unit.
"Tadi diputuskan bahwa untuk Sumbar dan Jabar ada dana talangan dari BNPB Rp 2 triliun. Untuk Sumbar Rp 1 triliun dan Jabar Rp 1 triliun. Bulan ini dicairkan, harapannya sebelum akhir bulan sudah cair," kata Menko Kesra Agung Laksono, usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di kantor Kementerian Koordinator Kesra, Jakarta, Kamis (4/2).
Menurutnya, pemerintah akan mengembalikan dana talangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2010.
Agung menambahkan, pemerintah juga mendapatkan bantuan dana hibah dari luar negeri sekitar Rp1 triliun untuk membangun kembali perumahan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa di dua wilayah tersebut. "Dari dana hibah, masing-masing daerah dapat Rp0,5 triliun."
Menurut dia, penggunaan bantuan dana rekonstruksi pascabencana itu diprioritaskan untuk pembangunan kembali perumahan penduduk.
"Ini diberikan kepada penduduk dalam bentuk block grant. Per rumah, untuk yang rusak berat Rp 15 juta, yang rusak sedang Rp 10 juta. Penduduk yang rumahnya rusak ringan dapat bantuan Rp1 juta per rumah dari pemerintah daerah," katanya.
Jumlah sarana umum yang rusak akibat gempa, menurut data pemerintah Provinsi Jawa Barat, antara lain terdiri atas 5.756 unit ruang sekolah, 144 unit Puskesmas dan Puskesmas pembantu, 5.833 mesjid, 68 gedung pondok pesantren dan 675 kantor pemerintah.
Sementara gempa berkekuatan 7,9 (SR) yang mengguncang wilayah Sumatera Barat pada 30 September 2009 tercatat telah menyebabkan lebih dari 1.100 orang meninggal dunia. (*)
 |
|
update terakhir on Sabtu, 06 Februari 2010 01:47 |