Sekgab Koalisi Produk Rapuhnya Pemerintahan SBY PDF Cetak E-mail
Rio   
Selasa, 11 Mei 2010 15:58

Jakarta, beritabaru.com -  Dilembagakannya koalisi pemerintahan melalui Sekretariat Gabungan Koalisi tidak muncul begitu saja. Anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra Desmon J Mahessa menyatakan sekgab koalisi adalah produk dari telah rapuhnya kekuatan pemerintahan di kepemimpinan SBY.

"Kenapa tidak dari dulu (dibentuknya sekgab)? Ini mengindikasikan SBY dalam kekuasaannya mulai rapuh. Selain itu kawan-lawan Demokrat di DPR juga telah gagap berpolitik," ungkap Desmon dalam diskusi Menyoal Sekretariat Gabungan: Partai Koalisi Ancaman Demokrasi di Gedung Nusantara 3 DPR/MPR RI, Selasa (11/5).

Dengan dihadapkannya pada kerapuhan tersebut, menurut Desmon jelaslah juga maksud ditunjuknya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai Ketua Harian sekgab koalisi yakni untuk kembali memperkuat lagi koalisi yang sebelumnya sudah terbentuk.

"Jikalah SBY tidak rapuh, Golkar tidak akan dipandang seperti sekarang ini. Inilah kecerdasan SBY untuk meredam situasi politik yang tengah terjadi," papar Desmon seraya menyatakan dampak sekgab koalisi tidak lain adalah pembodohan rakyat dengan deal-deal politik yang terjadi.

Diyakini Desmon, sekgab koalisi tidak akan langgeng. Menurutnya loalisi tersebut juga akan bubar dengan sendirinya bila pembagian 'kue-kue' yang tidak adil terus terjadi.

"Ini seperti kawin sementara. Kalau sudah tidak cocok, ya akan cerai. Paling lama (bertahan) tiga tahun. Mendekati 2014 pasti akan berangkat lagi pada persoalan-persoalan lain," paparnya.

Sementara itu Sekjen Partai Golkar Idrus Marham membantah tudingan Desmon. Menurutnya keberadaan sekgab bukanlah untuk menyeragamkan pandangan partai-partai koalisi. Partai-partai koalisi tetap dipersilahkan memiliki pandangan kritisnya masing-masing.

"Saat ini sedang dibuat (formatnya). Nantinya seluruh anggota partai koalisi diberikan kesempatan untuk aktif seaktif-aktifnya," ungkapnya.

Lebih tegas lagi pandangan kalangan akademisi. Pengamat politik Universitas Hasanuddin Adi Suryadi Cula menyatakan pembentukan sekgab koalisi pastilah berdasar kepentingan transaksional.

"Ini pasti transaksional. Pembentukannya harus dicurigai apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam kasus Century," papar Adi.(*)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 253